TAK DITAHAN: Yuli Prasetyo Adhi, oknum dosen Fakultas Hukum Undip yang ditangkap diduga karena pesta sabu-sabu. (ISTIMEWA)
TAK DITAHAN: Yuli Prasetyo Adhi, oknum dosen Fakultas Hukum Undip yang ditangkap diduga karena pesta sabu-sabu. (ISTIMEWA)
TAK DITAHAN: Yuli Prasetyo Adhi, oknum dosen Fakultas Hukum Undip yang ditangkap diduga karena pesta sabu-sabu. (ISTIMEWA)
TAK DITAHAN: Yuli Prasetyo Adhi, oknum dosen Fakultas Hukum Undip yang ditangkap diduga karena pesta sabu-sabu. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Oknum dosen Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip) Yuli Prasetyo Adhi SH, MKn resmi ditetapkan sebagai tersangka penggunaan narkoba jenis sabu-sabu. Ia ditangkap petugas Subdirektorat III Resnarkoba Polda Jateng saat pesta narkoba di sebuah rumah di Jangli, Tembalang bersama dua temannya, Bayu Seno dan Roedi Ada, Jumat (5/2) malam lalu. Pihak Undip sendiri kemarin membenarkan jika Yuli Prasetyo Adhi memang dosen tetap di kampus tersebut. Bahkan diketahui, Yuli adalah putra Guru Besar Hukum Perdata Fakultas Hukum Undip, Prof Dr Achmad Busro. Tentu saja ini menjadi tamparan menyakitkan bagi civitas akademika Undip, khususnya Fakultas Hukum.

”Terkait dosen Undip yang terlibat narkoba, memang benar Yuli Prasetyo Adhi dosen tetap dan berstatus PNS di Fakultas Hukum Undip sejak 2006. Dia putra Guru Besar Hukum Perdata Fakultas Hukum, Pak Prof Dr Achmad Busro,” ungkap Rektor Undip Prof Yos Johan Utama melalui Kasubag Tata Usaha UPT Humas Undip, Rini Handayani saat jumpa pers, Selasa (9/2).