Tak Ingin Ada Dewan Oportunis

385
KONSOLIDASI: Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan paparan dalam Rakerda Diperluas DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Senin (8/2). (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSOLIDASI: Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan paparan dalam Rakerda Diperluas DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Senin (8/2). (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSOLIDASI: Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan paparan dalam Rakerda Diperluas DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Senin (8/2). (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSOLIDASI: Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat memberikan paparan dalam Rakerda Diperluas DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Senin (8/2). (RICKY FITRIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus mendorong penerapan sistem pemilu proporsional tertutup. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut menganggap sistem tersebut mampu meminimalisir adanya kader oportunis dan mengatasi persoalan korupsi di daerah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan sistem pemilu terbuka hanya menjadi ajang pertarungan modal. ”Ini bertentangan dengan prinsip kesetaraan bagi kader partai yang rekam jejaknya banyak mengabdi. Karena itu, kami akan menggiring sistem pemilu secara partelis, dengan daftar yang disusun partai,” katanya usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Diperluas DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di Patra Jasa Semarang Convention Hotel, Senin (8/2). Menurutnya, pemilu legislatif dan presiden pada 2019 mendatang harus kembali sesuai amanat UUD 1945. Yaitu menghindari kompleksitas dan segala keribetan.