UNGARAN-Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) Gunung Ungaran Kabupaten Semarang ditengarai bakal macet. Pasalnya, hingga saat ini PT Giri Indonesia Sejahtera (GIS) selaku pelaksana proyek PLTPB belum melakukan langkah eksplorasi.

Kondisi itu diperparah dengan adanya pertentangan dari pegiat sejarah dan kebudayaan yang khawatir bangunan Candi Gedongsongo rusak, jika eksplorasi tersebut dilaksanakan.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal (Ditjen) Eneri Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yunus Saeful Hak mengatakan bahwa wilayah kerja pertambangan panas bumi di Gunung Ungaran harus dievaluasi. Paling lambat tahun 2017 eksplorasi harus sudah dilaksanakan untuk mengejar target commercial operation di tahun 2022.

“Perkembangan eksplorasi di Gunung Ungaran lambat. Sehingga PT GIS selaku pelaksana proyek kami beri peringatan pertama untuk melakukan percepatan kegiatan. Kalau tidak segera melakukan percepatan, sesuai UU Nomor 21 tahun 2014, akan dikeluarkan peringatan lagi hingga pencabutan,” kata dia dalam pembahasan perkembangan proyek PLTPB Gunung Ungaran dengan Penjabat (Pj) Bupati Semarang, Sujarwanto Dwiatmoko dan DPU Kabupaten Semarang di Ungaran.

Lebih lanjut Yunus mengatakan bahwa untuk melakukan percepatan pengembangan PLTPB, pemerintah dapat menugaskan BUMN di bidang panas bumi tanpa lelang. BUMN tersebut antara lain PT Pertamina, PT PLN dan PT Geodipa. Selain itu, dapat melakukan survei pendahuluan dan ekplorasi (PSPE), sehingga siapapun yang akan mengembangkan panas bumi dapat memilih lokasi. Terobosan lainnya yakni lelang program kerja dan komitmen eksplorasi.