BAHAYA : Jurang di pinggir jalan Magelang-Purworejo ini longsor dan menyisakan beberapa sentimeter dari badan jalan. Warga menerapkan satu jalur di sekitar lokasi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Jurang di pinggir jalan Magelang-Purworejo ini longsor dan menyisakan beberapa sentimeter dari badan jalan. Warga menerapkan satu jalur di sekitar lokasi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Jurang di pinggir jalan Magelang-Purworejo ini longsor dan menyisakan beberapa sentimeter dari badan jalan. Warga menerapkan satu jalur di sekitar lokasi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Jurang di pinggir jalan Magelang-Purworejo ini longsor dan menyisakan beberapa sentimeter dari badan jalan. Warga menerapkan satu jalur di sekitar lokasi. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Pengendara yang hendak melintas di Jalan Magelang-Purworejo sepertinya harus ekstra sabar. Bagaimana tidak, di kilometer 20 tepatnya di Desa Margoyoso arus lalu lintas terpaksa diterapkan sistem satu arah. Hal ini terjadi setelah jurang di pinggir jalan longsor.

Akibatnya, terjadi antrean kendaran yang cukup panjang. Warga setempat mengatur arus lalu lintas secara mandiri karena khawatir terjadi longsor susulan.

Longsor terjadi di jurang sedalam sekitar 20 meter dan lebar 15 meter. Bahkan, saat ini jarak aspal dengan jurang tidak kurang dari 1 meter.

Peristiwa ini bermula saat hujan deras mengguyur wilayah sekitar Magelang. Diduga saluran air yang tidak berfungsi dengan baik dan mengakibatkan bahu jalan terkikis. Bahu jalan kemudian longsor dan mengancam lapisan aspal. Pemerintah bersama warga memasang rambu-rambu agar pengguna jalan yang melintas lebih berhati-hati.