SAFARI : Bupati Magelang saat berceramah dihadapan warga Dusun Kedokan Desa Magersari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar kedu)
SAFARI : Bupati Magelang saat berceramah dihadapan warga Dusun Kedokan Desa Magersari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar kedu)
SAFARI : Bupati Magelang saat berceramah dihadapan warga Dusun Kedokan Desa Magersari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar kedu)
SAFARI : Bupati Magelang saat berceramah dihadapan warga Dusun Kedokan Desa Magersari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar kedu)

MUNGKID– Sejak pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diambil alih pemerintah daerah, Pemkab Magelang gencar melakukan sosialisasi. Hasilnya, di awal tahun ini sudah ada 26 desa yang melunasi pembayarannya.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin usai menggelar silaturahmi ke tokoh agama dan masyarakat di Dusun Kedokan Desa Magerssari Kecamatan Ngablak, akhir pekan lalu. “Sejauh ini sudah ada 26 desa yang lunas. Dan di Kecamatan Ngablak ini sudah ada sekitar 3 desa, di antaranya Genikan, Ngrancah dan Jogoyasan,” kata dia.

Bagi desa-desa yang sudah lunas pembayaran itu, kata bupati, akan diberikan piagam lunas PBB. “Perlu diketahui jika pembayaran PBB ini akan dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan,” katanya.