Bank Umum dan BPR Didorong Kerjasama

283

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong kerjasama antara Bank umum dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Spesialisasi dua bank ini dinilai dapat memperlancar penyaluran KUR.

Kepala OJK Regional IV Jateng – DIY Panca Hadi Suryanto mengatakan, kompetisi BPR dengan bank umum yang menyalurkan KUR berbunga rendah memang tidak mudah. Namun demikian, menurutnya hal ini juga perlu diciptakan sebagai tantangan agar BPR terus berkembang. “Memang tidak mudah, tapi dengan begitu maka BPR tentu akan lebih meningkatkan sumber daya manusia, pelayanan maupun pendekatan analisa kredit bagi para calon nasabah, serta fasilitas-fasilitas lainnya. Hal ini diharapkan memberi dampak lebih baik,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, pihaknya juga menawarkan solusi berupa linkage program antara bank umum dan BPR. Menurutnya, bank umum dan BPR memiliki keunggulan masing-masing yang dapat dikerjasamakan dalam penyaluran KUR. “Bank umum memiliki keunggulan dalam hal pendanaan serta manajemen. Namun demikian, untuk pasar mikro, BPR memiliki pengalaman yang cukup baik. Kedua hal ini tentu sangat baik bila dikerjasamakan,” jelasnya.

Sementara itu, data terakhir yang dihimpun OJK, untuk aset BPR Jateng per November 2015 mencapai Rp 21,8 triliun, sedangkan bank umum total aset Rp 289 triliun. Kemudian untuk dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun BPR mencapai Rp 16,1 triliun, sedangkan kredit yang disalutkan Rp 16,7 triliun.

Kemudian untuk kredit bermasalah (NPL) dari BPR mencapai 6,85 persen, dan bank umum 3,06 persen. “NPL BPR ini kalau kita lihat angkanya memang terkesan tinggi, tapi khusus untuk BPR memang ada penilaian khusus, dan dengan NPL di angka tersebut, BPR masih termasuk dalam kelompok sehat,” tandasnya. (dna/smu)