BUKTIKAN KEBENARAN: Anggota Komunitas Semar Angker selalu rutin melakukan wisata angker menjelang tengah malam. (Dok Pribadi for Jawa Pos Radar Semarang)
BUKTIKAN KEBENARAN: Anggota Komunitas Semar Angker selalu rutin melakukan wisata angker menjelang tengah malam. (Dok Pribadi for Jawa Pos Radar Semarang)
BUKTIKAN KEBENARAN: Anggota Komunitas Semar Angker selalu rutin melakukan wisata angker menjelang tengah malam. (Dok Pribadi for Jawa Pos Radar Semarang)
BUKTIKAN KEBENARAN: Anggota Komunitas Semar Angker selalu rutin melakukan wisata angker menjelang tengah malam. (Dok Pribadi for Jawa Pos Radar Semarang)

Bagi sebagian orang, berwisata di lokasi angker adalah hal yang menakutkan. Namun tidak bagi anggota Komunitas Semar Angker. Tempat angker justru sangat menantang untuk dijelajahi. Seperti apa?

Rika A

SUDAH 9 tahun, Komunitas Semar Angker didirikan. Tepatnya pada 2007, para pencinta hal-hal mistis dan wisata angker ini sepakat membentuk organisasi. Mereka tidak puas kalau hanya sekadar mendengar cerita dari mulut ke mulut. Tapi mereka ingin membuktikan benar tidaknya cerita mistis yang berkembang di masyarakat tersebut.

”Kami membentuk komunitas ini untuk mendatangi tempat yang sesuai dengan cerita-cerita yang beredar di masyarakat tersebut. Kami ingin membuktikan sendiri kebenarannya dengan mendatangi langsung lokasinya,” kata Ketua Komunitas Semarang Angker, Pamerado kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.