Siti Sariah (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Siti Sariah (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Siti Sariah (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Siti Sariah (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MESKI dangdut kadang dipandang sebagai musik kampungan, namun tidak bagi Siti Sariah. Ketukan dan irama dangdut, justru sudah tertanam di hatinya sebagai musik asli milik Indonesia.

Baginya kalau ada orang yang tak menyukai dangdut, hanya karena gengsi. Lantaran musik yang akrab dengan masyarakat kelas bawah ini, lirik lagunya blak-blakan dan mudah dicerna oleh siapa saja yang ingin mendengarnya.

”Padahal faktanya, kalau sudah mendengarkan lagu dangdut, meski semula terpaksa, lama-lama akan ada perasaan ingin ikutan goyang. Bahkan kadang, tanpa sadar orang yang sok gak suka dangdut, diam-diam sering mendendangkan lagu dangdut di kala sendiri,” kata alumni Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) ini.

Fans berat artis Via Vallen dan Syahrini ini juga mengakui meski lirik dangdut blak-blakan, selalu sesuai perasaan hatinya sehingga ia menyukainya dibanding musik lainnya. ”Musik dangdut memiliki rasa yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan lagu-lagu indie pop dan lainnya,” kata gadis yang intim disapa Sari kelahiran Pati 12 Desember 1994 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (7/2) kemarin.