Tak Punya Meja Kursi, Empat Tahun Belajar di Lantai

Tiga Kelas SD Wonorojo

340
LESEHAN : Kepala SD Wonorojo, Casmono, saat mengajar siswa kelas 4 SD Wonorojo, Desa/Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, dengan lesehan atau tanpa meja kursi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESEHAN : Kepala SD Wonorojo, Casmono, saat mengajar siswa kelas 4 SD Wonorojo, Desa/Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, dengan lesehan atau tanpa meja kursi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESEHAN : Kepala SD Wonorojo, Casmono, saat mengajar siswa kelas 4 SD Wonorojo, Desa/Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, dengan lesehan atau tanpa meja kursi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESEHAN : Kepala SD Wonorojo, Casmono, saat mengajar siswa kelas 4 SD Wonorojo, Desa/Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, dengan lesehan atau tanpa meja kursi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Buruknya infrastruktur pendukung yang ada di setiap sekolah, menjadi buruk pula pendidikan di Kabupaten Batang. Sebagaimana yang dialami SD Wonorojo, Desa/Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, puluhan siswa kelas 4, 5 dan 6, sudah 4 tahun terakhir ini, belajar tanpa menggunakan meja dan kursi atau lesehan di lantai kelas.

Ratusan bangku dan meja yang ada di SD Wonorojo, sudah rusak sejak 5 tahun yang lalu. Kendati pihak kepala sekolah sudah berulangkali mengajukan permohonan pengadaan meja dan kursi kepada Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, namun permintaan tersebut tidak kunjung dikabulkan.

Bupati Yoyok justru mengabulkan pengembangan gedung Perpustakaan sekolah yang kini justru mangkrak. Karena tidak ada buku bacaan, yang bisa digunakan oleh siswa untuk menambah pengetahuan. Hanya ada empat rak buku, itupun kosong melompong. Akibatnya, gedung perpustakaan tersebut beralih fungsi menjai gudang untuk menyimpan peralatan olah raga dan perlengkapan pramuka.