Siswa SMPN 1 Bandongan Tertantang Jadi Wartawan

439
SEMANGAT MENULIS : Mahasiswa KKN Undip Semarang tengah memandu pelatihan jurnalistik siswa SMPN 1 Bandongan di ruang multimedia sekolah setempat, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SEMANGAT MENULIS : Mahasiswa KKN Undip Semarang tengah memandu pelatihan jurnalistik siswa SMPN 1 Bandongan di ruang multimedia sekolah setempat, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SEMANGAT MENULIS : Mahasiswa KKN Undip Semarang tengah memandu pelatihan jurnalistik siswa SMPN 1 Bandongan di ruang multimedia sekolah setempat, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
SEMANGAT MENULIS : Mahasiswa KKN Undip Semarang tengah memandu pelatihan jurnalistik siswa SMPN 1 Bandongan di ruang multimedia sekolah setempat, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)

MUNGKID – Sebanyak 60 siswa SMP Negeri 1 Bandongan, selama tiga jam harus rela meninggalkan jam pelajaran. Bukan berarti mereka bolos, melakukan kegiatan tidak bermanfaat. Namun para siswa tersebut belajar menulis atau mengikuti pelatihan jurnalistik.

Acara tersebut difasilitasi mahasiswa tim kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, posko Desa Bandongan Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang dengan menghadirkan wartawan Jawa Pos Radar Kedu Ahsan Fauzi. Pelatihan digelar di ruang multimedia SMP setempat.

Koordinator pelatihan jurnalistik, Adi Yaumil Rohman menyampaikan, pelatihan jurnalistik di SMPN 1 Bandongan, untuk membekali siswa pengetahuan tulis menulis.

“Kami melihat siswa di sini banyak yang mempunyai bakat dan ketertarikan jurnalistik. Potensi yang dimiliki siswa ini, harus kita kembangkan,” tutur dia saat memberi kata sambutan.

Mahasiswa asal Banten Jawa Barat itu, punya impian siswa-siswi SMPN 1 Bandongan kelak ada yang menjadi jurnalis atau penulis. “Kegiatan pelatihan ini, setidaknya bisa memotivasi siswa-siswi gemar membaca sekaligus menulis. Siswa bisa terus berkreasi, berlomba-lomba untuk mewujudkan sebuah karya,” harapnya.

Sementara itu, guru bahasa Indonesia SMPN 1 Bandongan Siti Zulaichah menyambut positif kegiatan yang digagas para mahasiswa Undip ini. Ia menuturkan, siswa yang ikut pelatihan merupakan siswa pilihan, masing-masing kelas diambil 5 anak.

“Sebanyak 60 siswa-siswi ini, memang mempunyai ketertarikan dunia tulis menulis. Saya berharap dari siswa yang ikut pelatihan ini kelak ada yang nyantel menjadi wartawan atau menjadi seorang penulis,” tutur Bul Zul sapaan intimnya.

Zulaichah berujar, anak-anak menjadi kuli tinta enak dan sama-sama mulianya layaknya seorang guru. “Saya dulu juga pernah bercita-cita ingin menjadi wartawan. Namun tidak kesampaian. Tuhan berkehendak lain, malah mengantarkan saya menjadi seorang guru seperti sekarang ini,” kelakarnya.

Salah satu peserta, Ilham siswa kelas 8 mengaku senang mendapat kesempatan ikut pelatihan jurnalistik. “Jadi wartawan ternyata asyik ya. Banyak tantangan dan dapat banyak kenalan. Jujur, saya tertarik, kelak kalau besar ingin menjadi wartawan,” tutur aktivis pramuka itu. (san/lis/sct)