SEMARANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang membuka posko Basmi Demam Berdarah (BDB). Hal tersebut sebagai bentuk partisipasi menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Atlas ini yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan.

”Kasus demam berdarah di kota ini bisa dibilang tinggi dan terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 kasus demam berdarah mencapai 1.729 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 1.628 kasus,” terang Ketua DPD PKS Kota Semarang Ari Purbono.

Posko BDB ini nantinya akan dibentuk di tiap kecamatan. Saat ini, lanjut Ari, setiap kecamatan sudah ada relawan yang nanti akan membantu masyarakat. Posko BDB ini memberikan layanan kepada masyarakat di antaranya fogging (pengasapan) gratis demi membasmi nyamuk Aedes aegypti untuk daerah-daerah yang memang sudah endemik. Pihaknya juga menyediakan ambulans gratis jika dibutuhkan untuk antar jemput pasien ke tempat pengobatan atau rumah sakit. Untuk bantuan ambulans gratis masyarakat bisa menghubungi call center 085102268828.

Dengan adanya posko tersebut diharapkan bisa membantu upaya pemkot menekan angka DBD. ”Kami membentuk posko ini pada dasarnya ingin membantu masyarakat, agar wabah DBD ini tidak meluas, dengan melakukan pencegahan-pencegahan. Insya Allah dalam waktu dekat akan ada kerja bakti bersama masyarakat untuk membasmi sarang nyamuk,” tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono menyambut baik upaya ini. Menurutnya, penanganan DBD tidak mutlak menjadi tanggung jawab pemerintah saja namun perlu keterlibatan masyarakat. ”Kota Semarang berada di tingkat ketiga dalam jumlah kasus demam berdarah di Indonesia. Ini perlu perhatian bersama,” katanya. Ditambahkan, jumlah kasus DB di 2015 naik dari 1.628 menjadi 1.729 kasus. Meski demikian, jumlah penderita yang meninggal dunia turun dari 27 kasus di 2014 menjadi 20 orang di 2015.