Ahmad Soheh (Ketua PAC PPP Bonang). (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Ahmad Soheh (Ketua PAC PPP Bonang). (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Ahmad Soheh (Ketua PAC PPP Bonang). (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Ahmad Soheh (Ketua PAC PPP Bonang). (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Konflik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang terus terjadi hingga kini antara kubu Romahurmuzi dengan kubu Djan Faridz membuat jajaran pengurus dan simpatisan arus bawah (grassroot) di daerah, termasuk di Demak turut prihatin. Karena itu, mereka menuntut DPP PPP segera mengakhir konflik dan secepatnya melakukan islah secara permanen.

Dorongan islah ini antara lain disuarakan Ahmad Soheh, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Menurutnya, dorongan islah justru muncul dari masyarakat simpatisan PPP yang ada di bawah. Mereka bingung lantaran partai yang dijadikan wadah aspirasi justru mengalami konflik berkepanjangan. “Kita dari PAC PPP Bonang menginginkan supaya DPP PPP di Jakarta islah. Konflik tidak ada untungnya. Sebaliaknya, justru merugikan partai,” katanya, kemarin.

Menurutnya, konflik partai harus diakhiri melalui mekanisme yang ada dan jangan sampai terpecah belah lagi. “Konflik ini telah mencoreng nama baik PPP sebagai partai berbasis Islam. Partai lain saja bisa islah kok. Ajaran agama pun sudah jelas selesaikan persoalan dengan baik dan jangan mudah terpecah belah,” ujar Ahmad Soheh yang juga mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Wali Sembilan (SETIA WS) Semarang ini.