Jual Miras ke Siswa SD

309
MIRAS : Polisi memeriksa badeg atau minuman dari nira yang dijual ke anak-anak SD sehingga membuat mabuk. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
MIRAS : Polisi memeriksa badeg atau minuman dari nira yang dijual ke anak-anak SD sehingga membuat mabuk. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
MIRAS : Polisi memeriksa badeg atau minuman dari nira yang dijual ke anak-anak SD sehingga membuat mabuk. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
MIRAS : Polisi memeriksa badeg atau minuman dari nira yang dijual ke anak-anak SD sehingga membuat mabuk. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID– Penjualan minuman keras di Kabupaten Magelang sudah sampai ke sekolah dasar. Hal itu diketahui setelah Pengadilan Negeri Mungkid memvonis dua penjual minuman keras yang berasal dari nira kelapa atau badeg dengan hukuman denda Rp 500 ribu.

Kedua orang yang diproses itu adalah Ar, 35, warga hunian tetap Dusun Manem, Desa Adikarto dan Lh, 34, warga Dusun Semaken, Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Oleh pengadilan mereka divonis denda Rp 500 ribu. “Menjatuhkan denda kepada kedua terdakwa uang senilai Rp 500 ribu,” kata hakim tunggal PN Mungkid, Meillia Christina M, kemarin.

Kasus ini terungkap saat seorang siswa kelas V SD Congkrang Muntilan, Sji, mabuk usai minum satu bungkus plastik badeg yang dijual di sekolahnya. Saat itu, Ar menjual miras di jam istirihat sekolah.