Internal Sekwan Mulai Diperiksa Pekan Depan

298

AMBARAWA-Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan dana perjalanan dinas Kunjungan Kerja (Kunker) dan Bimbingan Teknis (Bintek) DPRD Kabupaten Semarang terus berlanjut. Jika sebelumnya rekanan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Semarang telah diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa, pekan depan mulai memeriksa internal Sekwan DPRD Kabupaten Semarang.

“Surat panggilan sudah kami layangkan. Kami akan memintai keterangannya terkait kasus ini,” tutur Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasidatun) Kejari Ambarawa, Febrianda Ryendra di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (5/2) kemarin.

Perlu diketahui, Kejari Ambarawa sebelumnya telah meminta keterangan bendahara Sekwan dan beberapa rekanan Sekwan. Selain itu, Kejari juga telah memeriksa arsip Sekwan sebanyak 35 kotak arsip berisi dokumen perjalanan dinas kunker dan bintek DPRD Kabupaten Semarang tahun 2012-2013.

Sementara itu, beberapa anggota DPRD Kabupaten Semarang saat dikonfirmasi terkait masalah penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran Kunker dan Bintek lebih memilih tidak banyak berkomentar. Seperti anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PKB, Badarudin mengatakan bahwa pihaknya memang pernah mengikuti kunker dan bintek. Namun pihaknya tidak tahu detailnya, sebab semua sudah diatur oleh Sekwan. Anggota DPRD hanya tinggal mengikuti kegiatan yang sudah terjadwal. “Memang saya pernah ikut kunker atau bintek, tapi tinggal mengikuti saja. Semua sudah diatur soal jadwal keberangkatan dan kegiatannya,” kata Badarudin.

Di saat penyelidikan kasus dugaan penyimpangan kunker dan bintek yang dilakukan Kejari Ambarawa, anggota DPRD Kabupaten Semarang hampir satu bulan penuh menggelar kunker yang dilakukan bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sementara itu, tokoh masyarakat di Kabupaten Semarang, Husein Abdullah mendesak agar Kejari Ambarawa serius menangani kasus tersebut. Sebab, kasus tersebut sempat muncul ke permukaan namun hilang begitu saja. Tiba-tiba kasus dugaan penyimpangan dana kunker itu muncul kembali.