PEKALONGAN-Para orang tua mengkhawatirkan beredarnya buku bermuatan ajaran radikalisme dengan kalimat ekstrim di sejumlah sekolah Taman Kanak-Kanak di Kota Pekalongan. Pasalnya, jika dibiarkan akan meracuni secara dini generasi bangsa.

Beredarnya buku tersebut diungkapkan salah satu wali siswa sebuah taman kanak berbasis Islam, MSH Habib, warga Krapyak Lor Kecamatan Pekalongan Utara tersebut.

“Tahunya saya, saat saya menemani anak saya belajar membaca. Ternyata di dalam buku belajar membaca anak saya, berisi kata-kata yang kurang pantas,” sesalnya, Jumat (5/2) kemarin.

Dijelaskan Habib, jika penggalan suku kata dalam buku tersebut, apabila dirangkai menjadi sebuah kalimat maknanya tidak pantas dikonsumsi anak TK dan dinilai berisi ajaran paham radikal. Beberapa kalimat yang tidak pantas antara lain, seperti algojo, jihad, ultimatum, rela mati dan dakwah.

Dirinya langsung mengambil buku tersebut dan melarang anaknya belajar menggunakan buku tersebut. Karena tingkat penyerapan anaknya yang kini masih duduk di kelas TK A atau kecil, tinggi dan kritis, dikawatirkan terpengaruh dengan kata-kata tersebut. “Buku ini dijual di sekolah anak saya dengan harga Rp 7.500. Untuk materi pelajaran membaca, yang dilakukan setiap hari,” katanya.

Sementara itu, dihubungi terpisah Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Pekalongan, Imam Thobroni saat dikonfirmasi mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait peredaran buku tersebut. “Saya belum bisa memberikan statemen apapun. Namun saya akan memastikan akan segera berkoordinasi dengan SKPD terkait dan kepolisian untuk menindaklanjuti laporan dari wali murid tersebut,” ucapnya. (han/ida)