KENDAL—Stok darah di unit tranfusi darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kendal semakin menipis. Hal itu lantaran melonjaknya jumlah penderita demam berdara dengue (DBD) di Kendal.

Jumlah pasien DBD di Kendal selama satu bulan terakhir memang mengalami lonjakan yang luar biasa. Tingginnya penderita DBD berpengaruh pada jumlah permintaan trombosit darah yang masuk ke PMI Kendal.

Staf UTD PMI cabang Kendal, Dian Rosita Dewi mengatakan permintaan darah sejumlah rumah sakit dan puskesmas sejak awal Januari sangat tinggi. Dalam sehari permintaan darah di PMI Kendal mencapai 20 hingga 25 kantong darah.

Permintaan tersebut menurutnya tidak sebanding dengan jumlah pendonor, yang justru berkurang. “Praktis stok darah di kami makin menipis karena setiap hari harus melayani permintaan darah sehingga pasokanyang terus berkurang karena pendonor juga berkurang,” ujarnya, Kamis (4/2).

Menurutnya, akibat banyaknya permintaan darah, stok yang ada di PMI Kendal hingga kemarin, hanya tersisa kurang dari 20 kantong darah. “permintaan kebutuhan darah selama sebulan ini meningkat, seiring meningkatnya penderita demam berdarah,” paparnya.

Oleh karena itu ia berharap, agar masyarkat umum yang biasa mendonorkan darahnya dengan datang ke kantor PMI. Sebab stok darah di PMI saat ini sudah menipis. Selain itu, PMI juga mengimbau bagi warga yang ingin membutuhkan darah untuk membawa pendonor pengganti langsung. Sehingga bisa darah bisa langsung ditukar. “Jumlah pendonor darah yang datang ke kantor setiap harinya bisa dihitung dengan jari. Sementara kegiatan donor darah di luar kantor masih sepi,” katanya.