Bebas, Harini Tak Simpan Rasa Dendam

435
HIRUP UDARA SEGAR: Harini Krisniati didampingi Suprobowati berpamitan saat akan meninggalkan LP Wanita Kelas IIA Bulu Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HIRUP UDARA SEGAR: Harini Krisniati didampingi Suprobowati berpamitan saat akan meninggalkan LP Wanita Kelas IIA Bulu Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HIRUP UDARA SEGAR: Harini Krisniati didampingi Suprobowati berpamitan saat akan meninggalkan LP Wanita Kelas IIA Bulu Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HIRUP UDARA SEGAR: Harini Krisniati didampingi Suprobowati berpamitan saat akan meninggalkan LP Wanita Kelas IIA Bulu Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Keceriaan terpancar di wajah mantan Staf Ahli Wali Kota Semarang, Dra Harini Krisniati. Maklum saja, Kamis (4/2), terpidana kasus korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2007 ini dinyatakan bebas dengan kategori CB atau cuti bersyarat. Ia menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Kelas I Bulu, Semarang selama 9 bulan 10 hari dari vonis hakim 1 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Sekitar pukul 13.00, Harini diberitahu pihak LP kalau Surat Keputusan (SK) pembebasan dirinya sudah keluar. Rasa bahagia Harini pun tak terbendung. Ia menebar senyum kepada siapa saja. Harini meninggalkan LP sekitar pukul 14.58 untuk mengurus pembebasannya di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang didampingi petugas LP dan seluruh kerabat dan keluarga besarnya.

Harini mengaku sudah mempunyai rencana usai bebas, yakni akan kembali meneruskan membangun Pandanaran City yang sudah tertunda, serta berencana meneruskan planning-planning yang sudah menunggu.

”Bagi saya ini bukan akhir, justru ini permulaan, bahkan saya jadi rajin ibadah dan lebih dekat dengan Tuhan ketika berada di sini (LP Wanita Bulu, Red),” kata Harini dengan wajah ceria.

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Pemberdayaan BUMD, dan Aset Daerah (BKPM-PB dan A) Kota Semarang ini juga memastikan tidak akan kembali menjadi birokrat (pejabat pemerintahan, Red). Ia memilih akan fokus di bidang swasta. Dirinya tidak sakit hati dengan para pejabat yang dianggapnya sudah menjebaknya.