PENGARAHAN TKI: Muskercab DPC Aspataki Kendal yang digelar di Aula Disnakertrans Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGARAHAN TKI: Muskercab DPC Aspataki Kendal yang digelar di Aula Disnakertrans Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGARAHAN TKI: Muskercab DPC Aspataki Kendal yang digelar di Aula Disnakertrans Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGARAHAN TKI: Muskercab DPC Aspataki Kendal yang digelar di Aula Disnakertrans Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Hongkong diminta agar tidak terjebak pada pergaulan seks bebas. Hal itu menyusul ditemukannya 26 eks TKI Kendal yang mengidap penyakit HIV sepulang dari luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal, Dewi Diniwati mengatakan, ada dua negara yang paling diminati TKI asal Kendal. Yakni Hongkong dan Taiwan, dua negara itu dinilai paling tertib dan tinggi dalam memberikan gaji kepada TKI.

Kendati demikian, Hongkong memiliki risiko yang tinggi terhadap penyebaran virus HIV/AIDS lantaran pergaulan seks bebasnya di negara tersebut. “Minat para TKI untuk bekerja di Hongkong cukup tinggi. Namun negara tersebut menjadi negara yang berbahaya lantaran mayoritas TKI yang pulang dari Hongkong mengidap penyakit HIV/AIDS,” ujarnya disela musyawarah kerja cabang DPC ASPATAKI ( organisasi Penempatan tenaga kerja Indonesia), Kamis (4/2).