HUTAN KOTA: Kawasan hutan kota di Jalan Sultan Fatah Kota Demak menjadi tempat yang nyaman untuk para remaja yang sedang kasmaran. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
HUTAN KOTA: Kawasan hutan kota di Jalan Sultan Fatah Kota Demak menjadi tempat yang nyaman untuk para remaja yang sedang kasmaran. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
HUTAN KOTA: Kawasan hutan kota di Jalan Sultan Fatah Kota Demak menjadi tempat yang nyaman untuk para remaja yang sedang kasmaran. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
HUTAN KOTA: Kawasan hutan kota di Jalan Sultan Fatah Kota Demak menjadi tempat yang nyaman untuk para remaja yang sedang kasmaran. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Hutan kota yang berada di Jalan Sultan Fatah, Kota Demak tahun ini akan dipasangi lampu yang menjulan tinggi atau lampu high mast. Ini dilakukan agar kawasan hutan kota yang berfungsi sebagai lahan hijau tersebut tidak disalahgunakan, termasuk dijadikan tempat pacaran para remaja atau pemuda yang sedang kasmaran.

Plt Kepala Dinas Pekerjaam Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Pemkab Demak, Doso Purnomo mengatakan, hutan kota tersebut menjadi perhatian khusus sebagai bagian dari penataan kawasan Kota Demak. “Hutan kota ini kita pasangi lampu tinggi biar tidak buat pacaran. Dengan lampu yang letaknya tinggi seperti itu akan lebih awet dan tidak dijahili orang iseng,” katanya.

Selain dipasang lampu yang terang benderang, bagain barat hutan kota yang kini terdapat bangunan tempat penampungan sampah juga akan direlokasi. Kendati demikian, pihaknya masih mencari lokasi yang tepat untuk memindahkan tempat sampah yang bersebelahan dengan Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) tersebut.

Seperti diketahui, adanya tempat sampah tersebut memunculkan bau tidak sedap di kawasan hutan kota dan kantor instansi pemerintah tersebut. Padahal, hutan kota ini sendiri menjadi tempat yang rindang dan hijau. Tercatat, ada 277 pohon dari 16 jenis tanaman yang tumbuh di hutan kota ini. Yaitu, filicium (16 buah), gayam (28 buah), ketepeng (44 buah), petai china (15 buah), palem raja (10 buah), mahoni (65 buah), nangka (4 buah), beringin (2 buah), glodogan (23 buah), tanjung (39 buah), sukun (10 buah), angsana (6 buah), sawo kecik (8 buah), kresen (5 buah), asem (1 buah) dan karet (1 buah). (hib/zal)