SEMARANG – Seorang kurir pil koplo perempuan, Dita Pratiwi, warga Jalan Cinde Dalam III RT 10 RW 06 Kelurahan Jomblang, Candisari diamankan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang, Rabu (3/2) kemarin. Dita ditangkap lantaran akan menyelundupkan 750 butir Dextro atau pil koplo ke dalam lapas tersebut.

Modus yang digunakan tersangka dengan cara menyelipkan ratusan pil koplo tersebut di bawah alas sepatu sandal yang dipakainya. Rencananya, pil setan itu akan diberikan kepada seorang napi bernama Septa, terpidana 2 tahun lantaran melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

”Kejadiannya sekitar pukul 11.00. Pelaku menyimpan 750 butir pil Dextro di bawah sepatu sandal yang dipakai. Tapi berkat kejelian petugas yang curiga dengan gerak-gerik pelaku, akhirnya berhasil menemukan barang tersebut,” ungkap Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Dedi Handoko, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (3/2).

Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku sudah pernah menyelundupkan pil koplo ke dalam Lapas Kedungpane. Kejadian kemarin, merupakan kali kedua Dita hendak menyelundupkan pil koplo ke dalam lapas. ”Ratusan pil itu akan dikirim kepada orang yang sama, yakni napi bernama Septa,” katanya.

Saat itu juga tersangka dilimpahkan ke Polsek Ngaliyan untuk penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Bero Supriatin, membenarkan adanya pelimpahan pelaku dari Lapas Kedungpane dengan barang bukti 750 butir Dextro. ”Memang arahnya ke sana (masuk lapas). Tapi sejauh ini unsur-unsur (pidana) UU Kesehatan belum terpenuhi. Sekarang pembawa dan barang buktinya masih diamankan di mapolsek,” ujarnya. (mha/aro/ce1)