KEKUATAN BERUBAH: Pelatih Ashadi bersama pemain sepak bola PPLP Jateng beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKUATAN BERUBAH: Pelatih Ashadi bersama pemain sepak bola PPLP Jateng beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKUATAN BERUBAH: Pelatih Ashadi bersama pemain sepak bola PPLP Jateng beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKUATAN BERUBAH: Pelatih Ashadi bersama pemain sepak bola PPLP Jateng beberapa waktu lalu. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Memasuki tahun 2016 ini tim sepak bola Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng akan kehilangan pemain-pemain yang memang telah lulus dari jenjang Sekolah Tingkat Akhir (SMA).

Dari sekitar 25 pemain yangbergabung dengan tim PPLP, pada tahun ajaran baru nanti ada delapan diantara yang akan lulus SMA termasuk beberapa pemain pilar seperti Arga Permana, Riky Junian, Fredyan Wahyu dan Roni Sugeng.

“Proses seleksi kami lakukan ambil jalan. Kalau keinginannya sih tidak usah dengan system seleksi terbuka. Karena berdasarkan pengalaman misalnya kita butuh lima pemain, tapi yang datang seleksi ternyata 200an, jelas tidak efektif,” terang pelatih PPLP jateng, Ashadi.

Sementara itu proyeksi PPLP kedepannya adalah terjun diajang kejuaraan nasional (kejurnas) antar PPLP yang digelar di Maluku Mei mendatang. Setelah itu di tahun 2017 rencananya ajang Pekan olahraga pelajar nasional (Popnas) dan Pekan Olahraga Nasional Pelajar di Jawa Tengah jadi bidikan mereka. “Target utama kita adalah mengawinkan kejurnas dan Popnas. Hal ni tentu berat, tapi dengan waktu yang masih panjang tentu kita masih punya pelung untuk memantapkan lagi tim ini,” terangnya. (bas/smu)