Festival Masakan Babi Dikecam

Digelar di Sri Ratu Pemuda

629

SEMARANG – Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang menyayangkan rencana digelarnya Pork Festival yang bakal dilaksanakan di Sri Ratu, Jalan Pemuda Semarang pada 4-8 Februari mendatang. Mereka mendesak festival yang menyuguhkan aneka masakan berbahan dasar daging babi itu tidak jadi dilaksanakan.

”Ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat masyarakat saat ini mudah terprovokasi,” ungkap Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang AM Jumai kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Ia menjelaskan, situasi dan kondisi masyarakat Kota Semarang sangat kental dengan religiusitasnya. Terlebih lagi, di kawasan tersebut merupakan lingkungan mayoritas muslim. Karenanya, untuk menjaga dan menghargai sesama, ia meminta untuk tidak dilaksanakan. ”Silakan tetap digelar tapi khusus untuk internal saja,” imbuhnya.

Ditambahkan dia, dengan menggelar acara tersebut secara tidak langsung dapat menantang umat lain yang tidak setuju sehingga bereaksi. Menurutnya, hal-hal yang sifatnya menantang sebaiknya tidak dilakukan. ”Ini untuk menjaga suasana yang sudah kondusif,” sambungnya.

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, Muhtarom menambahkan, jika kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dikhawatirkan dapat mengganggu situasi toleransi yang ada di Kota Semarang. Karenanya, ia meminta acara tersebut tidak untuk digelar atau dipublikasikan. ”Jika tetap dilaksanakan dan dipublikasikan, kami akan melayangkan surat protes,” katanya.

Terpisah, manajemen Sri Ratu Pemuda Semarang saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. Nomor kontak yang dihubungi hanya memberikan keterangan bahwa acara itu diselenggarakan oleh sebuah komunitas. ”Pihak Sri Ratu hanya menyediakan tempat,” ujar sumber tersebut tanpa menyebutkan nama dan komunitas dimaksud. (fai/ric/ce1)