KURSI KURANG : Petugas keamanan Hungaria dan kepolisian berkoordinasi setelah adanya penangkapan dua pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
KURSI KURANG : Petugas keamanan Hungaria dan kepolisian berkoordinasi setelah adanya penangkapan dua pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
KURSI KURANG : Petugas keamanan Hungaria dan kepolisian berkoordinasi setelah adanya penangkapan dua pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
KURSI KURANG : Petugas keamanan Hungaria dan kepolisian berkoordinasi setelah adanya penangkapan dua pengunjung. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Pintu masuk menuju Candi Borobudur Kabupaten Magelang sempat tegang. Dua orang pengunjung yang kedapatan membawa alat peledak ditangkap petugas kepolisian yang sedang berjaga-jaga mengamankan kedatangan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Selasa (2/2) siang.

Dua orang yang diamankan tersebut diketahui bernama Dadang Ramdan, 34 dan Hevi Supriyatna Bagas, 33. Keduanya merupakan warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka diamankan saat hendak masuk melalui pintu masuk utama pengunjung.

Saat memeriksa tas keduanya, polisi kaget menemukan sejumlah alat yang biasa digunakan untuk membuat ledakan. Diantaranya NCB alat pemutus listrik, cutter, mercon, obeng, baut, tang dan kabel.

Kasat Pam Obvit Polres Magelang AKP Sukendro mengatakan, keduanya akhirnya n oleh petugas. Polisi khawatir peralatan itu bisa memicu terjadinya ledakan di atas Candi Borobudur. ”Keduanya tidak bisa melewati penjagaan ketat polisi,” paparnya.