SEMARANG – Investor pasar modal di Jawa Tengah pada tahun 2016 ini ditargetkan dapat tumbuh hingga lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Tingginya target tersebut mengingat area ini cukup potensial dalam pengembangan pasar modal.

Kepala Kantor Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Semarang Stephanus Cahyanto Kristiadi mengatakan, tahun 2015 lalu pihaknya berhasil menghimpun 4.800 investor baru. Jumlah tersebut melampaui dari target sebanyak 4.000 investor. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, pasar modal Jateng menunjukkan pertumbuhan sub rekening aktif mencapai 73,47 persen sehingga jumlah sub rekening aktif posisi Desember 2015 mencapai 37.453 dengan total volume transaksi bulan November 2015 sebesar Rp 4,362 miliar.

Peningkatan terbesar pada bulan Agustus 2015 didorong oleh pemecahan rekor MURI investor saham terbanyak dalam satu perusahaan sebanyak 10.000 investor oleh PT. Sritex Tbk dan bulan November 2015 karena pemecahan rekor MURI dengan “Yuk Nabung Saham” penciptaan 1762 investor baru oleh Universitas Negeri Semarang. “Tahun ini untuk nasional ditarget penambahan 300 ribu investor baru. Jawa Tengah khusus kawasan Semarang dan Pantura diharapkan berkontribusi sebanyak 20 ribu. Artinya naik 5 kali lipat dari target tahun lalu,”ujarnya, kemarin.

Menurutnya, penambahan target ini berdasarkan pemetaan potensi di kawasan tersebut. Hasil survey menyebutkan bahwa kawasan Semarang sendiri saja memiliki potensi lebih dari 18 ribu calon investor pasar modal. Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya juga meningkatkan intensitas sosialisasi. Yaitu dengan menyelenggarakan setidaknya 200 kegiatan terkait penyebarluasan informasi seputar pasar modal pada masyarakat. (dna/smu)