SEMARANG – Petugas Bea dan Cukai di Pelabuhan Tanjung Emas sempat dianggap kecolongan. Ratusan kilogram sabu-sabu lolos dari pemeriksaan Bea Cukai karena dimasukkan dalam mesin 192 unit genset impor 20 Januari 2016.

Penyidik Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui, bahwa peralatan teknologi ekstra yang dimiliki di jalur masuk impor sekarang ini belum memadai. Alat tersebut bahkan tak mampu mendeteksi sabu asal Tiongkok yang disembunyikan di dalam kiriman barang impor berupa genset.

Beruntung, penyelundupan sabu kelas kakap ini akhirnya berhasil diungkap BNN setelah sempat disimpan di sebuah gudang perusahaan mebel di Jepara. “Teknologi kami belum bisa mendeteksi itu,” kata Kepala Seksi Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sad Wibowo, pekan lalu.

Perusahaan SZYF Industrial Co Ltd, yang berbasis di South Bidgluofang Road, Tiongkok diduga sebagai pemasok. Dalam pengiriman itu melibatkan Perusahaan Pengguna Jasa Kepabeanan (PPJK) ialah PT PTS yang berkantor di Semarang. (amu/smu)