Salah satu warga yang ditemui, Mursoli, warga Kelurahan Tirto berharap pemerintah memikirkan nasib mereka. “Kami berharap pemerintah, bisa memikirkan kami. Pasalnya, akibat pendangkalan sungai, warga sekitar bantaran jadi terendam,” sesalnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Hengky Susilo Hadi mengatakan bahwa air mulai menggenangi sejumlah kelurahan sejak Senin dinihari, pukul 01.00. Hampir semua titik di empat kecamatan banjir. “Banjir juga menggenangi jalan-jalan kota, kecuali jalur pantura. Bahkan di sekitar Pemkot jalannya terendam banjir,” katanya.

Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil nekat menerjang banjir di jalan-jalan saat pagi hari, akhirnya ada yang mogok. Namun, menjelang siang di jalan kota berangsur surut.

Diduga banjir tersebut karena luapan air dari beberapa sungai di Pekalongan. Dari Sungai Bremi, Setu hingga Kali Loji. Selain itu, kondisi drainase yang buruk turut memperparah banjir. Genangan air menjadi lebih sulit surut. “Biasanya banjir karena luapan Sungai Loji. Tapi kali ini justru dari Sungai Bremi dan Setu,” ujar Hengky.

Derita warga terkena banjir, ternyata menggugah kepedulian wali kota terpilih, Alf Arslan Djunaid atau yang biasa disapa Alex, turun lapangan. Dirinya bersama istri, meninjau kondisi warga yang kebanjiran di Kelurahan Tirto. “Saya melihat warga, walupun kebanjiran tetap semangat. Buktinya masih kerja bakti terus bersihkan sungai,” ucap Alex.

Warga Tirto, Triyono cukup senang dengan perhatian tersebut. Selain memantau banjir, juga membagikan sembako bagi korban. “Alhamdulillah, kami dapat bantuan 80 paket sembako dari Pak Alex. Serta dari BPBD dapat 5 dus mi, 15 kilo beras dan sarden,” tandasnya bersyukur. (han/ida)