Ribuan Rumah di Pekalongan Terendam

194
PANTAU BANJIR : Wali Kota terpilih Alf Arslan Djunaid bersama istri saat meninjau korban banjir di Kelurahan Tirto Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU BANJIR : Wali Kota terpilih Alf Arslan Djunaid bersama istri saat meninjau korban banjir di Kelurahan Tirto Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU BANJIR : Wali Kota terpilih Alf Arslan Djunaid bersama istri saat meninjau korban banjir di Kelurahan Tirto Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU BANJIR : Wali Kota terpilih Alf Arslan Djunaid bersama istri saat meninjau korban banjir di Kelurahan Tirto Pekalongan. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Ribuan rumah di Kota Pekalongan terendam banjir setelah diguyur hujan lebat, sejak Minggu (31/1) hingga Senin (1/2). Ketinggian air diperkirakan mencapai 40-50 sentimeter. Bahkan sebagian besar rumah terendam, sebagian warga diungsikan di Masjid Al Karomah Tirto sampai air surut.

Otomatis aktivitas warga di hari Senin pagi yang sibuk, akhirnya terganggu. Terutama anak-anak yang akan berangkat sekolah. Dari pantuan, di Kelurahan Tirto Pekalongan Barat, anak-anak harus dinaikkan perahu agar bisa sampai jalan utama yang tidak banjir. Di daerah lain, seperti di Pabean, Pasirsari dan lokasi lain di Pekalongan Utara, siswanya terpaksa sekolah dalam suasana kelas yang tergenang air.

Salah satunya di SMA Negeri 2, yang terletak di Panjang Baru Pekalongan Utara. Di beberapa sekolah dasar di Pabean dan Pasir Sari juga hampir semuanya terendam air.