DIRINGKUS : Tersangka menunjukan ATM majikannya yang dicuri serta barang bukti sejumlah barang yang dibeli dari uang hasil pencuriannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS : Tersangka menunjukan ATM majikannya yang dicuri serta barang bukti sejumlah barang yang dibeli dari uang hasil pencuriannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS : Tersangka menunjukan ATM majikannya yang dicuri serta barang bukti sejumlah barang yang dibeli dari uang hasil pencuriannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS : Tersangka menunjukan ATM majikannya yang dicuri serta barang bukti sejumlah barang yang dibeli dari uang hasil pencuriannya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Seorang pembantu rumah tangga (PRT), Leo Wati Mena, 22, warga Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara nekat mencuri ATM dan menguras uang tabungan majikannya. Tersangka dibekuk setelah majikannya, Aisah, 41, warga Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang melapor ke polisi.

Di hadapan polisi, tersangka yang dibekuk di rumah majikannya mengaku butuh uang untuk kebutuhan hidup, sehingga mencuri ATM BRI milik majikannya, Minggu (3/1) lalu. Tersangka tahu nomor PIN ATM majikannya setelah diberitahu saat disuruh mengambil uang di mesin ATM Swalayan Laris Ambarawa. Sejak saat itu dia punya pikiran untuk mencuri ATM.

“ATM itu saya ambil dari dompet yang diletakkan di meja. Selanjutnya saya tukar dengan ATM BRI milik saya untuk mengelabui ibu, kebetulan bentuk ATM saya juga sama persis. Saya ambil beberapa kali di Jepara dan Ambarawa, total Rp 4,1 juta. Uangnya lalu saya belanjakan untuk beli sabun, sprei, tas dan carger handphone,” tutur Wati di hadapan petugas Polsek Ambarawa, Senin (1/2) kemarin.