Gaji Minim, Disdikpora Stop Penerimaan GTT

175

SALATIGA-Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga berusaha menghentikan penerimaan guru tidak tetap (GTT). Dengan mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah SD dan SMP.

Dalam surat yang ditandatangai oleh Kepala Disdikpora, Dra Niken Lidiastuti tersebut, disebutkan selain untuk efisiensi, penghentian penerimaan GTT tersebut agar tidak membebani APBD. Namun ketika hal tersebut dikonfirmasikan ke Kadispora, yang bersangkutan tidak ada di kantor. Saat dikonfirmasi via SMS, Niken tidak menjawab.

Sementara, Ketua Komisi A DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit mengatakan, turunnya surat edaran tersebut, setelah pihak Diknas melakukan dengar pendapat dengan komisi A.

Sedangkan dari data yang ada, jumlah GTT SD dan SMP di Salatigadi luar PAUD, sebanyak 1900 orang. Jumlah itu dinilai terlalu banyak. Selain itu, kesejahteraan (gaji) mereka juga sangat rendah.

”Ada yang dibayar Rp 150 ribu hingga Rp 350 per bulan bagi yang mengabdi di bawah sepuluh tahun dan Rp 900 bagi yang sudah mengabdi sepuluh tahun. Tentunya hal ini menjadi keprihatinan kami,” ujar politis PDIP ini.

Dengan melihat kondisi riil itu, komisi yang membidangi pendidikan ini mengusulkan kepada Disdikpora untuk menghentikan sementara penerimaan GTT, sembari menunggu pendataan dan pemetaan. “Jadi kepala sekolah tidak main angkat GTT saja, namun harus sesuai dengan kebutuhan sekolah yang ada. Penerimaan GTT harus berdasarkan kebutuhan,” ujarnya.

Dance mencontohkan, di satu sekolahan saja bisa ada tujuh GTT. Di sisi lain, ada sekolahan yang masih kurang gurunya. “Saya contohkan, di SMPN 6, guru olahraganya cuma 2 orang, padahal harus mengampu 24 kelas (kelas 1 sampai kelas 3). Idealnya tiga guru. Nah seperti ini yang mestinya menerima GTT olah raga,” ujar politisi PDIP ini.