TUNTUTAN: Tri Budi Purwanto dan Handawati saat menjalani tuntutan JPU di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUTAN: Tri Budi Purwanto dan Handawati saat menjalani tuntutan JPU di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUTAN: Tri Budi Purwanto dan Handawati saat menjalani tuntutan JPU di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUTAN: Tri Budi Purwanto dan Handawati saat menjalani tuntutan JPU di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Setelah terdakwa Handawati Utomo sempat alami gelaja stres dalam sidang sebelumnya dan dinyatakan siap mendengarkan tuntutan. Akhirnya, Senin (1/2) Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah bisa membacakan tuntutan atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang 2014 yang menjerat dirinya selaku Direktur dan Tri Budi Purwanto selaku Komisaris pada PT Harmoni International Technology (HIT) di Pegadilan Tipikor Semarang.

Dalam tuntutannya, JPU Slamet Widodo didampingi Ende Yanto menyatakan keduanya terbukti bersalah melanggar dakwaan subsider, Pasal 3 Jo Pasal 18 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Oleh JPU keduanya dituntut pidana 2 tahun penjara. ”Terdakwa Handawati dan Tri Budi Purwanto terbukti bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan subsider dan menjatuhkan pidana 2 tahun penjara serta pidana denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata JPU, Slamet di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Andi Astara.