SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah tahun ini kembali mencanangkan 100 desa menjadi Desa Berdikari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekda Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, desa berdikari ini bakal mendapatkan bantuan dari pemprov. Mereka bakal menjadi desa percontohan untuk pemberdayaan masyarakat lokal. ”Tahun ini ada 100 Desa Berdikari di Jateng. Desa itu akan di-support agar bisa menjadi desa mandiri,” katanya, kemarin.

Desa Berdikari ini bakal dikategorikan dalam tiga kategori. Masing-masing mendapatkan bantuan untuk dikelola dalam meningkatkan prekonomian masyarakat. Pihaknya optimistis Desa Berdikari ini bisa terus berkembang di Jawa Tengah. ”Kami ingin masyarakat bisa berdikari dan meningkatkan ekonomi,” ujarnya.

Pemprov berjanji bakal terus mengawal penggunaan alokasi bantuan yang diberikan kepada desa. Baik untuk bantuan Desa Berdikari, maupun untuk bantuan desa lainnya. Seperti alokasi bantuan desa dari pemerintah pusat yang nominalnya mencapai Rp 600-800 juta. ”Desa memang menjadi prioritas dan banyak mendapatkan bantuan. Jadi pengawasannya harus ketat agar sesuai peruntukan,” tambahnya.

DPRD meminta agar pemprov terus melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan. Sebab, bantuan untuk desa peruntukannya harus jelas dan ada pertanggungjawaban secara tertulis. Masalahnya sumber daya manusia di desa masih belum sepenuhnya memahami kondisi tersebut. ”Pengalaman tahun lalu, banyak desa yang kesulitan membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan. Ini kan berbahaya, apalagi uang yang digunakan harus jelas peruntukannya,” kata anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Amir Darmanto. (fth/ric/ce1)