BANTU PETERNAK: Sebanyak 200 ton jagung digelontor oleh Bulog Jateng dalam operasi pasar, kemarin. (Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)
BANTU PETERNAK: Sebanyak 200 ton jagung digelontor oleh Bulog Jateng dalam operasi pasar, kemarin. (Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)
BANTU PETERNAK: Sebanyak 200 ton jagung digelontor oleh Bulog Jateng dalam operasi pasar, kemarin. (Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)
BANTU PETERNAK: Sebanyak 200 ton jagung digelontor oleh Bulog Jateng dalam operasi pasar, kemarin. (Pratidina/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jateng menggelontor 200 ton jagung bagi para Usaha Kecil dan Menengah (UKM) peternak dan pengolah pakan ternak melalui Operasi Pasar (OP) di Gudang Bulog Randugarut, Semarang, kemarin. Upaya ini untuk menekan tingginya harga jagung sebagai komoditas pakan ternak.

Wakil Kepala Perum Bulog Divre Jateng Sopran Kenedi, mengatakan kenaikan harga daging ayam dan telur ayam yang berlangsung sejak Desember 2015 lalu terjadi karena kenaikan harga jagung yang mencapai hampir 100 persen dari kondisi normal. Kenaikan harga jagung sebagai komoditas pakan ternak ini terjadi karena minimnya pasokan.

Oleh karena itu, Bulog perlu melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga jagung yang saat ini mencapai lebih dari Rp 6.000 per kilogram. Dalam operasi pasar ini, jagung untuk pakan ternak tersebut dijual seharga Rp 3.600 per kilogram.