Aneh, CMJT Tak Tahu Soal Hibah

276

SEMARANG – DPRD Jawa Tengah akhirnya memanggil Direktur Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) terkait adanya dana hibah Rp 1,5 miliar. Dalam pertemuan di ruang rapat Komisi C itu, ternyata CMJT tak mengetahui adanya dana tersebut.

Direktur Perusda CMJT M Sayuti mengatakan, persoalan hibah sepertinya persoalan besar dan rumit. Ia mengaku hanya mengetahui sebagian kecil persoalan tersebut. ”Saya tidak begitu tahu tentang masalah ini,” katanya.

Sayuti membeberkan, pihaknya baru tahu saat diundang Dinperindag pada 8 Desember tahun lalu. Saat itu disampaikan kalau di Dinperindag ada program operasi pasar beras menjelang hari raya keagamaan. Operasi pasar itu akan dilakukan apabila dalam jangka waktu satu minggu harga beras melambung.

”Untuk memuluskan rencana itu, akan dibuatkan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Dari uang Rp 1,5 miliar tersebut, kalau harga beras misalnya Rp 12 ribu/kg, maka akan dijual kepada masyarakat seharga Rp 9 ribu/kg,” ujarnya.

Kepala Bidang Penanaman Investasi Daerah dan BUMD di Biro Perekonomian, Eddy S Bramiyanto mengaku heran dengan munculnya dana hibah Rp 1,5 miliar di CMJT. Padahal CMJT tak bergerak di bidang tersebut. ”Mungkin yang bisa menjelaskan adalah Dinperindag dan Biro Keuangan Pemprov Jateng. Harus dirampungkan agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” katanya.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto mengatakan, bakal menyampaikan hasil rapat kerja dengan CMJT tersebut kepada pimpinan dewan. Sebab pemanggilan CMJT atas perintah pimpinan dewan. Karena pemberian dana hibah ke CMJT ternyata belum dibarengi pembahasan di DPRD. ”Pimpinan dewan akan memanggil TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk mempertanyakan persoalan ini,” katanya.

Pemprov memberikan bantuan hibah ke Perusda CMJT sebesar Rp 1,5 miliar. Ternyata hibah tanpa sepengetahuan dan pembahasan dengan DPRD. Hibah itu dinilai tidak masuk akal karena mestinya dana yang diberikan adalah penambahan modal. (fth/ric/ce1)