Revitalisasi Kota Lama 5 Tahun

Optimistis Jadi Living Heritage

202
DIPERCANTIK: Kawasan Jalan Letjen Suprapto Kota Lama yang akan dilakukan revitalisasi. Di sepanjang jalan ini terdapat 31 bangunan yang dikonservasi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERCANTIK: Kawasan Jalan Letjen Suprapto Kota Lama yang akan dilakukan revitalisasi. Di sepanjang jalan ini terdapat 31 bangunan yang dikonservasi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERCANTIK: Kawasan Jalan Letjen Suprapto Kota Lama yang akan dilakukan revitalisasi. Di sepanjang jalan ini terdapat 31 bangunan yang dikonservasi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERCANTIK: Kawasan Jalan Letjen Suprapto Kota Lama yang akan dilakukan revitalisasi. Di sepanjang jalan ini terdapat 31 bangunan yang dikonservasi. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemkot Semarang menegaskan upaya menjadikan Kota Lama sebagai destinasi wisata dunia bukan sekadar wacana. Berbagai tahapan diklaim telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah stakeholder terkait.

”Tidak hanya kegiatan fisik, kegiatan nonfisik juga telah kami lakukan. Seperti festival dan seminar internasional bekerja sama dengan BPK2L (Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama), Yayasan Oen, Pemprov, Undip, Unika Soegijapranata, dan Unissula,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang, M. Farchan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (1/2).

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan fisik yang telah dilakukan meliputi penggalian benteng oleh Balai Arkeologi Jogjakarta (2009), normalisasi Kali Semarang (2011) melalui program Dam Jatibarang Paket C oleh Pemerintah Pusat, peningkatan Taman Srigunting oleh Kementerian PU (2014), pembelian Gedung Oudetrap oleh Pemerintah Kota Semarang (2014) dan peningkatan Taman Garuda oleh Kementerian PU (2015). ”Pada 31 Januari 2015 lalu, Kota Lama telah masuk dalam tentatif list Unesco,” katanya.