4 Pejabat Pemkab Tegal Divonis 1 Tahun

169

MANYARAN–Empat pejabat di lingkungan Pemkab Tegal yang bertugas sebagai panitia pemeriksa hasil pekerjaan (PPHP) dijatuhi vonis 1 tahun penjara atas perkara dugaan korupsi proyek pembangunan road race waduk Cacaban Kabupaten Tegal tahun 2008, Senin (1/2) kemarin. Yakni Djarot Budhi, Amin Tri Raharjo, Moh Hafid dan Moh Yasir.

Majelis hakim yang dipimpin, Ari Widodo menyatakan keempat terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi serta melanggar Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat satu kesatu KUHP.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada masing-masing terdakwa selama satu tahun penjara dan pidana denda kepada keempat terdakwa masing-masing Rp50 juta. Jika tidak dikembalikan setelah sebulan perkara memiliki kekuatan hukum tetap, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama satu bulan,” kata hakim Ari Widodo dalam amar putusannya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menjelaskan bahwa keempat terdakwa dinyatakan bersalah karena menandatangani tiga berita acara pemeriksaan pekerjaan. Padahal kenyataannya, para terdakwa hanya sekali melakukan pemeriksaan.

Hakim Ari menyebutkan, penerimaan pembayaran oleh rekanan atas terbitnya berita acara pemeriksaan itu membuat negara mengalami kerugian Rp 458,2 juta. “Akibat dari munculnya berita acara itu, rekanan dapat mencairkan anggaran atas pekerjaan. Padahal dari hasil pengecekan, pekerjaan belum selesai dan banyak item pekerjaan tidak sesuai kontrak,” sebut hakim Ari.

Vonis yang dibacakan oleh hakim tersebut diketahui lebih ringan enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Slawi. Dimana sebelumnya, JPU menuntut keempat terdakwa dengan hukuman penjara masing-masing satu tahun dan enam bulan.

Atas putusan tersebut, keempat terdakwa kompak menyatakan menerima. Sementara JPU masih pikir-pikir. “Kami menerima yang Mulia,” kata keempatnya singakat.

Perlu diketahui, selain keempat terdakwa itu, kasus tersebut juga menyeret Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal, Sudaryono, staf Dinas Koperasi UKM dan Pasar, Roelly Rizstyo Priyono dan mantan Kepala UPTD Cacaban, Husni Rahardjo. Sudaryono dan Roelly telah diputus bersalah dan divonis masing-masing setahun, sementara Husni batal disidangkan karena meninggal dunia. (jks/ida)