Sundari, 45, warga Bekasi yang sengaja datang mengatakan disamping kecewa dengan mahalnya harga tiket yang tidak sebanding dengan kualitas durian. Juga merasa malu ketika masuk ke arena acara. Sebab dirinya hanya melihat para tamu undangan dan pejabat menikmati durian. Sementara masyarakat pengunjung berebut sayuran sisa dan makanan jajan pasar yang sebelumnya dipamerkan menjelang Festival Durian Lolong.

Menurutnya jika Festival Durian Lolong masih mengemas acara yang sama, dan tidak ada inovasi baru, lambat laun akan ditinggalkan oleh masyarakat.

“Kami rombongan jauh-jauh dari Jakarta, hanya untuk melihat tamu undangan dan pejabat menikmati durian, tidak ada lagi durian gratis sebagai rasa syukuran petani durian. Harga tiket pun tidak sebanding durian yang diperoleh, lebih murah yang dijual di pasar Kota Pekalongan,” ungkap Sundari, yang ditemui di tempat penukaran tiket.

Rohadi, 27, panitia Festival Durian Lolong yang bertugas di ruang penukaran tiket, mengatakan bahwa jumlah pengunjung turun drastis jika dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Menurutnya mahalnya harga tiket dan tidak adanya acara makan gratis sangat berpengaruh terhadap menurunnya pengunjung. Demikian juga dengan jaminan kualitas durian, yang sudah ditukar dari tiket pembelian Festival Durian Lolong.

“Kalau durian selalu ditukar karena tidak enak, kami khawatir pengunjung yang terakhir tidak mendapatkan durian. Maka satu tiket hanya dapat 2 durian, kalau enak pasti enak lah, tapi itu kan relatif selera pengunjung,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pemasaran Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Kabupaten Pekalongan, Dodhy Purwanto, menjelaskan Festival Durian Lolong sudah diselenggarakan untuk kali ke-6, guna mempopulerkan wilayah Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya Festival diselenggarakan tahunan, pada saat panen durian melimpah atau panen raya. “Harapan kami, pada festival durian ini, masyarakat bisa mempopulerkan atau ikut mengenalkan wilayah Kabupaten Pekalongan, terutama Desa Lolong yang memiliki durian yang lezat yang tidak kalah dengan durian dari daerah lainnya,” kata Dodhy. (thd/ric)