Eks Gafatar Dipulangkan

254

SLAWI – Upaya Pemkab melalui Kesbangpolinmas untuk menjemput warganya yang sempat bergabung dengan Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) akhirnya berhasil diwujudkan. Sebanyak 32 orang yang teridentifikasi sebagai warga Kabupaten Tegal berhasil dipulangkan tim penjemputan dengan menggunakan 4 armada bus bantuan DPRD Kabupaten Tegal. Rombongan tiba di posko Yaumi Center pada pukul 00.15 WIB Sabtu (30/1) dini hari dan pada pukul 07.00 WIB. Mereka satu-persatu diidentifikasi oleh tim identifikasi Polres Tegal.

Ketua Tim Penjemputan Posko Yaumi Center yang juga Kepala Kesbangpolinmas Agus Sunarja menjelaskan proses identifikasi eks Gafatar turut didampingi dari Dinsosnakertrans dan Disdukcapil. “Usai proses identifikasi dilanjutkan dengan pembinaan dan pengarahan oleh Forkompinda, MUI, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Tepat pada pukul 11.30 WIB rombongan penjemput yang terdiri dari muspika, kades, dan pihak keluarga mendatangi posko Yaumi Center. Kami perintahkan pada muspika dan kades untuk menghantar dan mengawal mereka sampai ditempat tujuan atau tempat tinggalnya,” ujarnya di sela – sela perhelatan kemarin.

Pihaknya bersama instansi terkait berikut Kominda dan FKDM akan terus melakukan pantauan paska penjemputan dan pemulangan eks Gafatar tersebut. Dari proses identifikasi yang dilakukan tim jumlah eks Gafatar asal Kabupaten Tegal tercatat 32 jiwa. Dari jumlah tersebut terdeteksi terbanyak berasal dari Kecamatan Talang sebanyak 14 jiwa. Sisanya berasal dari Kecamatan Dukuhwaru , Kecamatan Pangkah , Kecamatan Margasari , Kecamatan Kramat , dan Slawi 2. “Mereka tersebar di beberapa desa seperti Desa Margasari, Pekiringan, Mejasem Barat, Bedug, Pecabean, Slawi Wetan, dan Pedagangan,” tuturnya.

Diharapkan melalui pembinaan dan pembekalan secara marathon eks Gafatar tidak menyebarkan paham tersebut terhadap masyarakat sekitar. Dia juga menegaskan langkah yang dilakukan untuk menutup ruang gerak Gafatar telah ditempuh Pemkab melalui Surat Edaran Bupati sejak April 2012 yang disebarluaskan pada seluruh SKPD, camat,dan kades se Kabupaten Tegal. Isi seruan tersebut adalah larangan untuk menjalin kerjasama dan melakukan pengawasan terhadap ormas Gafatar. (her/jpnn/ric)