”Tujuan saya mendirikan komunitas tricking ini sebagai wadah bagi orang-orang yang ingin belajar tricking. Bukan untuk bertengkar atau menyombongkan kemampuannya, tapi hanya sebagai olahraga dan menghibur diri,” ujar pria yang akrab disapa Alke ini.

Seseorang yang melakukan tricking biasanya disebut sebagai trickster atau tricker. Founder sekaligus pelatih Semar Tricking Motion ini mengatakan bahwa di dalam tricking terdapat beberapa teknik yang harus dipelajari oleh setiap tricker secara bertahap.

”Untuk teknik dalam tricking ada beberapa, yaitu flip (salto), kick (tendangan), dan twist (putaran). Gerakan-gerakan tersebut juga disesuaikan dengan tingkat lamanya seseorang belajar tricking. Biasanya untuk pemula sih cuma gerakan-gerakan basic saja,” sambungnya ketika dijumpai di tempat latihannya di Gedung Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang.

Konsep dari tricking sebenarnya adalah kebebasan. Di mana para tricker diperbolehkan atau dibebaskan untuk melakukan seni gerakan dengan bagus. Namun tentunya para tricker tidak boleh mengabaikan dasar-dasar gerakan dari tricking sendiri.

Alke mengatakan bahwa dulunya tricking diciptakan untuk pencinta bela diri saja, namun sekarang tricking digunakan untuk kalangan siapa saja tanpa ada latar belakang bela diri. Karena memang tricking ini bukanlah bela diri.

Untuk dapat menguasai teknik-teknik tricking dengan lihai, perlu adanya ketekunan dan sikap pantang menyerah. Meskipun berkali-kali gagal, terjatuh maupun terkena tendangan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pencinta tricking. (*/ida/ce1)