KOMPAK: Para trickster atau tricker di sela-sela latihan bareng di Gedung Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Para trickster atau tricker di sela-sela latihan bareng di Gedung Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Para trickster atau tricker di sela-sela latihan bareng di Gedung Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Para trickster atau tricker di sela-sela latihan bareng di Gedung Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tricking berarti gerakan fisik yang merupakan gabungan dari brigdance, taekwondo, wushu, capoera dan beladiri. Selain untuk berolahraga, tricking lebih mengutamakan performance daripada kontak fisik melalui seni gerakan-gerakannya.

DESTIANTI RAHMAWATI

SEMAR Tricking Motion adalah komunitas tricking di Kota Semarang. Komunitas yang berdiri sejak 2015 ini, beranggotakan lebih dari 15 orang yang berasal dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, karyawan, bahkan siswa SMA. Komunitas ini tidak hanya diminati oleh laki-laki, tetapi perempuan juga turut dalam seni gerak ini.

Awal mula mendirikan komunitas ini ketika Alke Tacenta Harrizqie melihat bahwa tricking menjadi banyak perbincangan dan menjadi trend di kalangan pemuda. Hal itu mendorong pria 24 tahun ini tergugah untuk mendirikan komunitas tricking di Semarang.