KENDAL—Perhatian pemerintah terhadap kaum ibu menyusui dan balita dinilai minim. Hal tersebut didasarkan pada data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kendal yang menyatakan ada 28 balita yang mengalami gizi buruk.

Selain penderita gizi buruk, di Kendal juga terdapat ribuan anak yang mengalami kekurangan gizi. Terhitung terdapat 2.399 balita kekurangan gizi total balita di Kendal sebanyak 73.455 anak. Anak kekuangan gizi terbanyak tersebar di wilayah Puskesmas Kendal 1 sebanyak 234 anak, Patebon 2 sebanyak 228 anak, dan Ngampel sebanyak 193 anak.

Kepala Seksi (Kasi) Gizi Dinkes Kendal, Endang Jumini mengatakan jika 28 yang menderita gizi buruk tersebut di 14 Puskesmas di Kendal. “Untuk penanganan balita penderita gizi buruk, bukan hanya oleh DKK saja, tapi bersama lintas sektoral terkait, seperti Dinas Sosial, Ketahanan Pangan, dan Bapermaspemdes,” katanya, kemarin.

Menurutnya, Dinkes Kendal hanya memberikan penyuluhan dan konsultas. Sementara, untuk bantuan makanan tambahan hal itu menjadi tanggung jawab instansi terkait lainnya.

Endang menjelaskan, penderita gizi buruk ternyata tidak selalu karena faktor ekonomi semata. Tapi beberapa kasus balita gizi buruk lantaran bawaan sejak lahir atau kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan.

Menurutnya, penderita gizi buruk harus segera ditangani secara serius. Sebab, jika tidak berakibat terganggunya pertumbuhan dan perkembangan serta kecerdasan sang anak. Sehingga praktis akan mengganggu masa depan anak.

Dibeberknnya, jika dulu Pemprov Jateng memberikan bantuan dana kepada penderita gizi buruk melalui Dinkes. Tapi bantuan tersebut sudah terhenti sejak 2013, Pemprov Jaeng tidak lagi memberikan bantuan perawatan.