TERUS BERKEMBANG: Salah satu nasabah Bank Syariah Bukopin (BSB) Semarang, tengah melakukan transaksi perbankan, kemarin. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERUS BERKEMBANG: Salah satu nasabah Bank Syariah Bukopin (BSB) Semarang, tengah melakukan transaksi perbankan, kemarin. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERUS BERKEMBANG: Salah satu nasabah Bank Syariah Bukopin (BSB) Semarang, tengah melakukan transaksi perbankan, kemarin. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERUS BERKEMBANG: Salah satu nasabah Bank Syariah Bukopin (BSB) Semarang, tengah melakukan transaksi perbankan, kemarin. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Geliat pertumbuhan industri perbankan saat ini sangat dipengaruhi oleh eksistensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berkembangnya UMKM akan memengaruhi meningkatnya bank-bank di Indonesia.

Pertumbuhan Bank Syariah Bukopin (BSB) misalnya, banyak terbantu oleh kredit yang diberikan kepada UMKM. Kepala Cabang Bank Syariah Bukopin (BSB) Semarang, Imam Pamuji mengungkapkan, hingga saat ini Pembiayaan Yang Diberikan (PYD) BSB terbesar ada di segmen perdagangan umum. “Prosentasenya 60 persen PYD untuk UMKM dan sisanya ada di kredit komersial,” jelas Imam.

Dijelaskan, besarnya plafon kredit untuk UMKM maksimal berkisar Rp 15 miliar. Jika kredit lebih dari Rp 15 miliar maka sudah dikategorikan pada pembiayaan komersial. Selain perdagangan umum, BSB juga memberikan pembiayaan untuk bisnis transportasi, konstruksi, lembaga keuangan, pendidikan dan kesehatan. “Hingga akhir tahun ini kami menargetkan ada kenaikan PYD sekitar 30 persen dari tahun lalu,” imbuhnya.