BIO DIESEL: Kendaraan bermesin diesel dengan menggunakan bahan bakar B20 saat dilepas dari Kantor Dinas ESDM Jawa Tengah, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIO DIESEL: Kendaraan bermesin diesel dengan menggunakan bahan bakar B20 saat dilepas dari Kantor Dinas ESDM Jawa Tengah, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIO DIESEL: Kendaraan bermesin diesel dengan menggunakan bahan bakar B20 saat dilepas dari Kantor Dinas ESDM Jawa Tengah, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIO DIESEL: Kendaraan bermesin diesel dengan menggunakan bahan bakar B20 saat dilepas dari Kantor Dinas ESDM Jawa Tengah, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Keberadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, bio diesel 20 persen (B20) atau bio diesel digadang-gadang mampu menjadi energi alternatif pengganti solar. Bahan bakar yang sudah tersedia di seluruh SPBU se-Indonesia dengan nama dagang bio solar ini merupakan hasil olahan kelapa sawit.

Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Dadan Kusdiana menegaskan, telah disediakan sebanyak 6-7 juta kilo liter kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan bio diesel. ”Indonesia merupakan penghasil sawit terbesar di dunia. Jadi tidak perlu khawatir masalah stok,” ucapnya di sela-sela sosialisasi B20 di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Jumat (29/1).

Sosialisasi ini dilakukan dengan roadshow menggunakan 15 kendaraan bermesin diesel dari berbagai jenis. Seperti bus, truk, mobil keluarga, mini van, kendaraan komersial, dan lain sebagainya. Rombongan ini dilepas dari Gedung Dhanapala Jakarta oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Rabu (27/1).