DIWARNAI TANGIS: Jenazah Agus Susanto, korban tewas dalam insiden kapal karam di Johor Bahru, Malaysia, tiba dirumah duka di Desa Botomulyo RT 7 RW 6, Kecamatan Cepiring, Kamis (28/1) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIWARNAI TANGIS: Jenazah Agus Susanto, korban tewas dalam insiden kapal karam di Johor Bahru, Malaysia, tiba dirumah duka di Desa Botomulyo RT 7 RW 6, Kecamatan Cepiring, Kamis (28/1) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIWARNAI TANGIS: Jenazah Agus Susanto, korban tewas dalam insiden kapal karam di Johor Bahru, Malaysia, tiba dirumah duka di Desa Botomulyo RT 7 RW 6, Kecamatan Cepiring, Kamis (28/1) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIWARNAI TANGIS: Jenazah Agus Susanto, korban tewas dalam insiden kapal karam di Johor Bahru, Malaysia, tiba dirumah duka di Desa Botomulyo RT 7 RW 6, Kecamatan Cepiring, Kamis (28/1) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

ISAK tangis mewarnai kedatangan jenazah Agus Susanto, salah satu korban tewas dalam insiden kapal karam di Pantai Kelise Sungai Tengah, Bandar Penawar Kota Tinggi, Johor Bahru Malaysia. Kamis (28/1) malam jenazahnya tiba di rumah duka Desa Botomulyo RT 7 RW 6, Kecamatan Cepiring.

Jenazah sampai di rumah duka Kamis (28/1) sekitar pukul 22.00, dengan dikawal petugas dari Kementerian Luar Negeri menggunakan ambulan. Pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian almarhum Agus.

Namun pihak keluarga mengaku sangat sedih. Sebab pihak keluarga tidak berkesempatan untuk melihat jasad korban yang sudah terbungkus dalam peti. Toh jika dilihat, kondisinya mungkin sudah tidak seperti sedia saat almarhum masih hidup. Hal itu mengingat, jenazah korban sudah lama dan beberapa pertimbangan, sehingga peti jenazah tidak dibuka.

Kakak korban, Sholekhah mengatakan, pihak keluarga telah menerima kepergian korban. “Kami sudah ikhlas menerima, jika Allah SWT mentakdirkan Agus meninggal di usianya yang muda,” katanya.