DEMAK- Kantor Diklat dan Litbang Pemkab Demak hingga kini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dalam penggunaan kantor tersebut, utamanya dalam melayani berbagai kegiatan diklat. Ini karena kantor yang berada di Buyaran, Kecamatan Karangtengah tersebut juga ditarget pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 30 juta untuk 2016 ini.

Sebelumnya, pada 2015 dari target PAD Rp 20 juta telah berhasil terlampaui. Karena itu, target PAD Kantor Diklat pun dinaikkan pada tahun ini. Kendati demikian, yang dapat dijadikan pemasukan atau pendapatan adalah kegiatan yang dilakukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain. Sedangkan, bila ada kegiatan dari Kantor Diklat sendiri tidak dikenai pembiayaan.

Kepala Kantor Diklat dan Litbang, Hadi Waluyo mengatakan, pada tahun ini akan ada banyak kegiatan yang dapat menghasilkan sumber PAD. Menurutnya, pada tahun ini akan ada beberapa kegiatan yang dihelat. Misalnya saja, pada pertengahan Februari ini digelar diklat teknis kepegawaian yang diikuti 80 orang dan diklat teknis budaya kerja diikuti 70 orang. Kemudian, kegiatan prajabatan dua angkatan untuk pegawai negeri sipil (PNS) golongan III pada Maret mendatang, yakni untuk formasi umum dan khusus dengan jumlah 50 orang.

Prajabatan formasi khusus tersebut untuk dokter spesialis yang bertugas di RSUD Sunan Kalijaga dari hasil seleksi 2014. Kemudian, kegiatan diklat pimpinan (diklatpim) IV pada pertengahan April untuk pejabat level kasubag dan Kasi sebanyak 30 orang dan diklatpim III juga 30 orang. Selanjutnya, pada triwulan 3 mendatang, juga akan dilakukan kegiatan diklat manajemen sekolah bagi para kepala sekolah sebanyak 70 orang. Selain itu, diklat fungsional guru yang sedianya diikuti 400 orang guru. “Peserta diklat tersebut sesuai yang dikirim oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD),”katanya.

Sedangkan, terkait dengan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), diantaranya akan dilakukan kajian soal tindak lanjut program energi baru yang terbarukan. Yaitu, energi tenaga surya, gelombang laut dan angin. Selain itu, mengkaji soal dampak tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) kaitannya dengan kinerja PNS. “Kita kaji dan teliti apakah TPP ini dampaknya siginifikan atau tidak dalam upaya peningkatan kinerja PNS. Kita juga lakukan kajian korelasi antara tunjangan sertifikasi guru dengan peningkatan mutu pendidikan. Yang terakhir, kajian tentang Demak menuju Kota Serambi Madinah juga akan dilakukan,”kata Hadi Waluyo. (hib/zal)