Waspadai Peredaran Narkoba di Semarang Utara

Manfaatkan Rumah Kos untuk Transaksi dan Konsumsi

390

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng mengindikasikan peredaran narkoba mulai marak di Semarang. Salah satu wilayah yang rawan ada di wilayah utara. Dan disinyalir bandar maupun pemakai memanfaatkan rumah kos sebagai tempat transaksi maupun konsumi.

Kabid Pemberantasan BNNP Jateng, Suprinarto mengungkapkan wilayah Jawa Tengah termasuk Kota Semarang masih rawan akan peredaran narkoba. Menurutnya, narkoba yang ada sudah tidak hanya transit saja melainkan juga sudah dikonsumsi langsung. ”Semarang masih rawan. Kita melihat Jawa Tengah, dengan terbongkarnya narkoba di Jepara, kita bisa menganalisa di Jateng tidak hanya transit saja, tapi juga langsung dikonsumsi,” ungkapnya Kamis, (28/1) kemarin.

Diakuinya, narkoba yang marak beredar di Jawa Tengah termasuk Kota Semarang berjenis sabu dan pil jenis trihex, besnon, serta excimer. Barang tersebut seringnya tersimpan dan beredar di tempat kos wilayah utara yang kurang mendapat pengawasan. ”Kalau Semarang peredarannya di daerah sabuk hitam. Kaligawe ke Bandarharjo sampai Tanah Mas, Brotojoyo, Tambaklorok dan Tambaksari. Terbukti, pada 2015 dalam sehari kita menemukan 7 orang di 5 tempat kos dan ada yang menyimpan 4.600 butir pil excimer,” katanya.

Pada 2016 ini, pihaknya akan terus melakukan penyisiran razia dan yustisi di tempat kos kawasan tersebut, sebagai bentuk pemberantasan narkoba. Bahkan, sekolah, terminal dan bandara juga menjadi sasaran kegiatan pemberantasan.

”Pelajar, sopir, kru penerbangan termasuk pilot dan pramugrari kita tes urine. Seperti terminal dan bandara ini kan bentuk pengaman pelayanan supaya tidak menimbulkan bahaya terhadap penumpang dan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, kegiatan tes urine yang dilakukan pada kru penerbangan telah dilakukan di Bandara Semarang dan Solo. Namun sangat diapresiasi hasilnya negatif.

Terpisah Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan telah proaktif dalam melakukan kegiatan razia dan yustisi yang digandeng oleh BNNP Jateng. Setidaknya dalam kegiatan tersebut sering berhasil menemukan narkoba di tempat kos. ”Sudah empat kali kita diajak BNN untuk kegiatan razia itu dan juga sering menemukan narkoba. Kalau langkah preventif kita itu kan ada kepanjangan tangan dari kelurahan, jika ada aduan semacam itu kita akan sampaikan ke BNNP,” terangnya. (mha/zal/ce1)