DEMAK- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melakukan evaluasi terkait dengan kinerja selama 2015 lalu. Sejumlah perusda yang mengalami penurunan pendapatan akan dialihfungsikan usahanya, seperti PD Anwusa yang wacananya akan dialihkan menjadi usaha perbengkelan. Ini dilakukan untuk mencapai kinerja yang lebih baik pada 2016 ini.

Kabag Perekonomian Setda Pemkab Demak, Suhasbukit mengungkapkan, evaluasi dilakukan sebagai sarana memberikan masukan untuk mencapai target yang telah diprogramkan sebelumnya.Evaluasi yang dihadiri Sekda Pemkab Demak Singgih Setyono selaku Dewan atau Badan Pengawas ini juga dihadiri semua jajaran Direksi BUMD di lingkungan Pemkab Demak.

Menurut Suhasbukit, pada tahun ini banyak isu strategis yang menjadi titik tolak memajukan BUMD tersebut. Diantaranya, berlakunya UU Nomor 1 Tahun 2013 tentang LKM, maka PD Bank Pasar Daerah (BKPD) dan PD BKK Dempet harus melakukan penyesuaian. “Adanya transformasi PD BKPD menjadi PT LKM mengharuskan adanya beberapa regulasi terkait dengan kepemilikan dan kecukupan ekuitas,”katanya.

Selain itu, berlakunya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka bentuk hukum BUMD berubah menjadi Perseroda dan Perumda. Karena itu, kata dia, perlu adanya perubahan peraturan daerah (Perda) terkait dengan perubahan bentuk hukum BUMD yang semula berbentuk PT/PD menjadi Perseroda/Perumda.

Isu strategis lain yang menjadi garapan BUMD adalah penyelesaian aset unit PD Anwusa yang dilikuidasi melalui proses lelang serta diversifikasi usaha PD Anwusa melalui pendirian usaha baru yaitu usaha perbengkelan. “Kita juga lakukan pemberdayaan PD BPR BKK, PD BKK dan PT LKM dalam rangka pengelolaan dana desa dan distribusi gaji PNS,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan adanya Raperda Corporate Social Responsibility (CSR) yang kini dalam proses pembahasan DPRD dan pemkab, maka BUMD juga diminta ikut tanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan melalui kegiatan CSR tersebut. (hib/zal)