Rusunawa Untuk Semua Etnis

132
TINJAU RUSUNAWA : Menteri PU PR Basoeki saat akan mengecek salah satu fasilitas di Rusunawa mahasiswa Musikal Pekalongan. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU RUSUNAWA : Menteri PU PR Basoeki saat akan mengecek salah satu fasilitas di Rusunawa mahasiswa Musikal Pekalongan. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

TINJAU RUSUNAWA : Menteri PU PR Basoeki saat akan mengecek salah satu fasilitas di Rusunawa mahasiswa Musikal Pekalongan. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU RUSUNAWA : Menteri PU PR Basoeki saat akan mengecek salah satu fasilitas di Rusunawa mahasiswa Musikal Pekalongan. (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimuljono meresmikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Universitas Pekalongan (Unikal), Rabu (27/1) kemarin. Rusunawa tersebut bantuan langsung dari Kementrian PUPR yang diperuntukkan bagi mahasiswi dari semua etnis.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro BR, melalui Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Slamet Prihantono menyatakan bahwa pihaknya terbantu dengan adanya rusunawa tersebut. “Mahasiswa dari luar daerah atau yang tempat singgahnya relatif jauh, bisa memanfaatkan rusunawa ini,” kata Slamet.

Hal senada disampaikan Rektor Unikal, Suryani yang mengharapkan adanya rusunawa lagi untuk mahasiswa putra. “Rusunawa ini baru untuk mahasiswa putri saja. Harapannya akan ada lagi bantuan rusunawa khusus mahasiswa putra,” kata Suryani dalam sambutannya.

Sementara itu, Menteri Basoeki menjelaskan bahwa tidak hanya di Jawa, bantuan Rusunawa diberikan ke berbagai daerah di Indonesia. Di Sumbawa ada 2 Rusunawa, Aceh dan lain-lain. “Ini merupakan peresmian rusunawa pertama di tahun 2016,” katanya.

Terkait besarnya bantuan yang disalurkan, Basuki mengatakan berkisar antara Rp 10 – 15 miliar. Nilai tersebut sesuai dengan fasilitas dan kualitas mebeler bangunan tersebut. Bangunan 4 lantai berisi 50 unit berkapasitas 100 orang.

“Banyak sekali yang kami bantu, tidak hanya universitas negeri, melainkan swasta hingga pondok pesantren kami bantu juga,” lanjutnya. (han/ida)

Silakan beri komentar.