SEMARANG – Rencana Pemkot Semarang untuk mengembangkan energi listrik berbahan sampah mendapat tanggapan positif dari PT PLN. Salah satu perusahaan BUMN itu bahkan menyatakan siap bekerjasama menampung energi listrik yang dihasilkan dari TPA Jatibarang itu.

”TPA Jatibarang memang sangat potensial untuk dijadikan sumber listrik. Apalagi dengan volume sampah yang semakin meningkat sehingga dapat memproduksi listrik lebih banyak,” ungkap Manajer PLN Distribusi Jateng-DI Jogjakarta, Andreas Heru, Kamis (28/1).

Ia menjelaskan, gas metana yang dihasilkan sampah merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat dikembangkan. Menurutnya, banyak keuntungan ketika menggunakan gas metana jika dibandingkan dengan bahan baku solar yang selama ini digunakan PLN dalam memproduksi listrik. Antara lain, ramah lingkungan, mengurangi pemanasan global, serta menggantikan cadangan minyak yang jumlahnya semakin terbatas. ”Selain itu, harganya jauh lebih murah,” katanya.

Dibeberkan dia, untuk menghasilkan 1 KWH listrik dibutuhkan solar seharga Rp 2.000. Sementara jika menggunakan gas metana cukup membutuhkan bahan baku seharga Rp 1.100 untuk mendapatkan hasil yang sama. ”Sepanjang perencanaan, studi kelayakan dan izin sudah lengkap, kami siap bekerja sama merealisasikan proyek tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, mengatakan berencana menjalin kerja sama dengan PT PLN untuk penyediaan listrik untuk jangka panjang. Hal itu menyusul segera direalisasikannya proyek energi listrik berbahan sampah di TPA Jatibarang yang mendapat hibah murni untuk manajemen lingkungan hidup dan energi terbarukan dari Kerajaan Denmark sebesar Rp 35 miliar. ”Saat ini mereka tengah merampungkan pembuatan FS (feasibility study) dan DED (Detail Engineering Design),” ujarnya.

Menurut dia, penanganan sampah saat ini menjadi hal yang sangat penting. Terlebih lagi jika digunakan sebagai sumber energi. Ia mengaku optimistis jika sebelumnya sampah dianggap merugikan, nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. ”Sebelum proyek itu beroperasi kami terus melakukan upaya perbaikan. Antara lain melanjutkan pembetonan jalan di sekitar zona II. Sebab, zona I nantinya yang akan dipakai untuk proyek pembangkit listrik,” tukasnya. (fai/aro/ce1)