Pelayanan Adminduk Kurang Maksimal

228

UNGARAN-Pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang kembali menuai protes. Pelayanannya dinilai kurang maksimal. Sebab pembuatan administrasi kependudukan harus mengantre terlalu panjang dan proses pembuatannya cukup lama.

Seperti dialami Yos S. Purnadi, 33, warga Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dia mengeluh karena merasa kurang mendapatkan pelayanan yang bagus saat mengajukan pembuatan akte kelahiran anak pertamanya. Menurut Yos, proses pembuatan akte tersebut memakan waktu hingga tiga minggu.

“Saya memasukkan berkas 4 Januari 2016, petugas menjanjikan akte bisa diambil 22 Januari. Setelah saya jauh-jauh datang ke kantor Dispendukcapil ternyata belum jadi. Alasannya berkas pengajuan akte hilang,” tuturnya Kamis (28/1) kemarin saat di temui di Ungaran.

Padahal menurut Yos, pihaknya harus meluangkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk bolak-balik mengurus akte yang tidak kunjung jadi tersebut. Akte kelahiran yang diajukan Yos akhirnya baru bisa selesai diproses, Kamis (28/1) kemarin, setelah pihaknya mendesak untuk segera dipercepat pembuatannya.

“Tetangga saya yang sama-sama memasukan berkas sudah pada jadi, tapi saya kok belum jadi-jadi. Ini yang membuat saya kesal, apalagi petugas pelayananya anak-anak magang sekolah yang kurang ramah,” kata Yos.

Menanggapi masalah tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendukcapil Kabupaten Semarang, Supramono mengatakan, memang saat ini pihaknya kualahan dalam menangani administrasi kependudukan. Tenaga kerjanya terbatas, sedangkan warga yang mengajukan pelayanan setiap harinya bisa sampai ratusan orang.

“Antrean pengajuan Adminduk sangat banyak, setiap hari bisa sampai 300 orang. Sehingga pelayanan dibatasi sampai pukul 12.00. Sebab kalau tidak dibatasi bisa sampai malam hari,” katanya.