Investor Diminta Proaktif

208

SEMARANG – Terhambatnya investasi di Jawa Tengah menjadi keprihatinan dewan. DPRD Jawa Tengah berharap calon investor proaktif mendekati masyarakat agar tidak ada ekses dalam pembebasan lahan. Masyarakat harus mendapatkan manfaat dari keberadaan industri di wilayahnya.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Samirun mencontohkan berdirinya pabrik Semen Bima di daerah Ajibarang, Banyumas. Pabrik semen tersebut sudah berproduksi sejak 6 bulan lalu. Produknya adalah semen kelas premium. ”Perusahaan semen tersebut mengeksplorasi 500 hektare lahan kapur yang diperkirakan cukup untuk 50 tahun,” kata politisi PDIP itu.

Beberapa waktu lalu, Komisi D bersama Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah berkunjung ke lokasi pabrik. Dia menambahkan investor Semen Bima tidak kesulitan membebaskan lahan karena pendekatan yang dilakukan cukup bagus. Perusahaan tersebut juga membuat program corporate social responsibility (CSR) yang bagus.

Dia mencontohkan, investor membangun 6 titik sarana air bersih untuk warga. ”Sebelum pabrik berdiri, sarana air bersih sudah dibangun,” imbuhnya. Selain itu, pabrik semen menyerap sekitar 700 tenaga kerja. Sebagian besar berasal dari warga setempat. Warga juga diuntungkan karena bisa menyediakan jasa sarana angkutan material pembuatan semen. ”Bayangkan, pembebasan 500 hektare lahan dilakukan tanpa ekses,” tandasnya. Ke depan lanjutnya, Semen Bima bahkan ingin membangun pabrik di 3 titik di Jawa Tengah. (ric/ce1)